sepatah kata ku untai menjadi sebuah kalimat
kalimat sebagai ciri bahwa ku bahagia bersamamu
diatas perih kemarin, kini kita berdiri diatas sebuah panggung dengan nama bahagia
tertawa diatas segalanya
menari sesuka hati
menghabiskan waktu sembari bercanda
terdiam dibawah bintang yang akan jatuh
CHAE'S DIARY❣
Minggu, 16 April 2017
bahagia?
Sabtu, 01 April 2017
si kembar
nyatanya benar, jangan tertawa terlalu keras karna kesedihan sedang membuntuti.
hanya perlu waktu beberapa menit untuk mengubah tawa keras menjadi tangisan diam.
kalian tau?
ternyata tangisan diam itu berarti ada kepedihan yang sangat mendalam hingga tangisnya pun tidak bersuara.
aku perlu dunia kembaran Surga.
menyenangkan dan hanya ada tawa.
ya benar, memang kesedihan menjadi rasa pelengkap bahagia.
namun bila kesedihan terlalu sering datang -ku fikir sedih lebih sering datang daripada bahagia, apa itu masih dibilang pelengkap?
"jangan tertawa terlalu keras"
Jumat, 31 Maret 2017
rindu
ada rasa yang ingin ku ungkap namun terlalu sia sia untuk ku katakan
rasa ini tidak bisa hilang dengan hanya berimajinasi tentang mu
rindu
ya ini rindu
menggebu nya rindu, ku jadikan tanda bahwa ku mencintaimu
rindu datang dengan harapan pertemuan
namun harapan hanyalah angan yang ntah kapan terwujud
aku harus bersyukur atas ini, aku masih bisa melihat fotomu untuk sekedar menghilangkan 1/3 rindu yang sedang manja
aku rindu kamu tepat pada awal april mendung ini
Kamis, 30 Maret 2017
SUNYI
riuh jalanan membuat dunia terlihat sibuk.
matahari seperti biasanya membuat semua orang berlarian.
rutinitas ku selalu begitu, sarapan cepat agar tidak terlambat. mandi pagi agar tidak mengantuk -walaupun sesungguhnya kantuk tidak hilang. berpakaian yang sama seperti minggu lalu.
aku, remaja yang tengah menggandrungi sekolah menengah atas atau biasa disebut SMA.
pergi pagi, pulang petang.
pergi rapi, pulang berantakan.
hidup ini terasa riuh, padahal sesungguhnya sunyi.
manusia memang banyak, namun semua sibuk dengan urusan nya. tidak saling peduli.
rutinitas demi mengejar masa depan katanya.
bagiku ini membosankan.
hidupku terasa garing dengan segala rutinitas yang sangat melelahan.
bermain dengan teman menjadi sarana merefresh segala penat. lalu esoknya kembali penat.
sungguh, hidup ini terlalu sunyi untuk aku yang menyukai bising.
terlalu datar diatas bulat nya bumi.
dan terlalu membosankan dengan rutinas.
Jumat, 10 Maret 2017
KAMU HANYA MAWAR YANG SAKIT KU GENGGAM
kamu seperti mawar, berduri, menyakitkan ketika disentuh. namun dengan senang hati aku menggenggam mu. hingga suatu hari, kamu mulai layu. kamu tidak seindah saat pertama kali ku genggam. kamu telah berubah -bukan fisikmu namun jiwamu- itu karna waktu. ya waktu memang hebat, ia memiliki andil besar dalam hidup, merubah yang padahal aku tak ingin ia berubah. nyatanya kini kau telah berubah, kejam sekali kah aku jika aku membuang mu lalu mencari mawar yang lain? jika ini kejam katakanlah. namun siapa yang salah? aku yang salah? atau kau yang salah karna telah berubah?
mengerti lah, aku tidak ingin kau berubah, aku ingin kau sesegar dulu. jika tidak mungkin, maka aku akan meninggalkan mu dengan rasa sakit dari duri mu yang menusuk tangan ku. pasti ada beberapa durimu yang tertinggal di tangan ku, namun aku rela, anggap saja itu buah tangan darimu. luka.
Senin, 16 Januari 2017
cinta lagi
Cinta seperti dua makhluk yg saling terpaut dan enggan untuk saling meninggalkan.
Sehebat apapun perbedaan, cinta tak akan memilih pergi.
Selelah apapun perjuangan, cinta tidak mudah mundur.
Sesulit apapun mempertahankan, cinta tetap menguatkan.
Terserah apa kata mereka, yg terpenting saat ini adalah aku mencintaimu dan kamu mencintaiku.
Minggu, 15 Januari 2017
dilema terbaik ku
Aku ga bisa janji untuk bisa selalu ada di sampingmu, tapi aku janji aku akan menyayangimu, selalu. Walaupun kamu sudah mencintai lain orang.
Semua orang berkata bahwa aku lah yang salah dalam hal ini, namun mengapa kamu masih saja menganggap dirimu yg salah?
Salahkan aku jika aku salah.
Kita masih berdampingan sayang, namun tidak lagi bergandengan. Ada apa? Waktu sudah merubah semuanya? Atau salah yg mengubahnya?
Ntahlah namun nyatanya kita telah berbeda, kau tidak sehangat api unggun saat kepramukaan, tapi kau tidak sedingin es batu itu. Tapi tetap saja kamu bukan kamu yg kupuja dulu.
Kini aku dalam kebimbangan yg nyata antara selesai atau berlanjut. Aku ingin berlanjut tapi seperti dulu, bisa? Jika tidak, akhiri saja.
Bisa aku bertemu dengan mu tiga hari sekali? Atau seminggu sekali pun tak apa yang penting aku sering melihatmu. Aku tidak ingin media sebagai penghantar pertemuan kita, aku ingin bertemu langsung dan tertawa depan matamu.
Benar sekali, cinta ini begitu rumit untuk diputuskan. Bahkan mungkin profesor sekalipun takluk olehnya.