Minggu, 15 Januari 2017

dilema terbaik ku

Kamu berhasil membuat aku meleguk obat sakit kepala dengan sering, kamu membuat aku bingung dengan segala yg kamu perbuat. Terima kasih.
Aku ga bisa janji untuk bisa selalu ada di sampingmu, tapi aku janji aku akan menyayangimu, selalu. Walaupun kamu sudah mencintai lain orang.
Semua orang berkata bahwa aku lah yang salah dalam hal ini, namun mengapa kamu masih saja menganggap dirimu yg salah?
Salahkan aku jika aku salah.
Kita masih berdampingan sayang, namun tidak lagi bergandengan. Ada apa? Waktu sudah merubah semuanya? Atau salah yg mengubahnya?
Ntahlah namun nyatanya kita telah berbeda, kau tidak sehangat api unggun saat kepramukaan, tapi kau tidak sedingin es batu itu. Tapi tetap saja kamu bukan kamu yg kupuja dulu.
Kini aku dalam kebimbangan yg nyata antara selesai atau berlanjut. Aku ingin berlanjut tapi seperti dulu, bisa? Jika tidak, akhiri saja.
Bisa aku bertemu dengan mu tiga hari sekali? Atau seminggu sekali pun tak apa yang penting aku sering melihatmu. Aku tidak ingin media sebagai penghantar pertemuan kita, aku ingin bertemu langsung dan tertawa depan matamu.
Benar sekali, cinta ini begitu rumit untuk diputuskan. Bahkan mungkin profesor sekalipun takluk olehnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar